Deskripsi
Intel Labs memelopori gelombang kemampuan AI berikutnya melalui komputasi dan rekayasa neuromorfik. Inisiatif riset ini melampaui algoritma deep learning konvensional dengan melakukan co-design perangkat keras khusus dengan perangkat lunak AI canggih, mengambil inspirasi dari neurosains untuk mengatasi tuntutan energi sistem AI saat ini. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengembangan AI adaptif, menjadikannya lebih berkelanjutan dan efisien.
Komputasi neuromorfik memanfaatkan wawasan dari neurosains untuk mengatasi tantangan AI yang boros energi. Intel Labs menyediakan alat bagi pengembang untuk memajukan bidang ini, dengan tujuan membawa teknologi neuromorfik ke aplikasi komersial. Riset ini mendorong komunitas yang berkembang yang berdedikasi untuk mendorong batas-batas AI.
Hala Point mewakili kemajuan yang signifikan, menjadi sistem neuromorfik 1,15 miliar neuron pertama di industri yang dirancang untuk AI yang lebih berkelanjutan. Ini menampilkan peningkatan arsitektur yang memberikan kapasitas neuron lebih dari 10x dan kinerja hingga 12x lebih tinggi dibandingkan pendahulunya. Sistem ini merupakan bukti komitmen Intel untuk menskalakan solusi neuromorfik.
Loihi 2 adalah prosesor neuromorfik generasi kedua dari Intel Lab, yang menawarkan kemampuan pemrosesan hingga 10x lebih cepat daripada pendahulunya. Ini dilengkapi dengan Lava, kerangka kerja perangkat lunak open-source yang mendukung berbagai metode AI dan perangkat keras untuk mengembangkan aplikasi yang terinspirasi neuro. Kombinasi ini memberdayakan peneliti dan pengembang untuk mengeksplorasi arsitektur AI baru.
Kapoho Point, papan Loihi 2 ringkas dengan 8 chip, memungkinkan pengembang untuk menskalakan solusi untuk masalah yang lebih besar. Ini dapat ditumpuk untuk beban kerja skala besar, mendukung model AI dengan hingga satu miliar parameter atau masalah optimasi dengan hingga delapan juta variabel. Desain modular ini memfasilitasi pengembangan sistem AI yang kompleks.
Intel Neuromorphic Research Community (INRC) adalah upaya kolaboratif global yang menyatukan kelompok akademik, laboratorium pemerintah, dan perusahaan. Komunitas ini bekerja sama untuk mengatasi tantangan dalam komputasi neuromorfik dan memajukan AI yang terinspirasi otak dari prototipe riset menjadi produk terkemuka industri. Keanggotaan gratis dan terbuka untuk kelompok yang memenuhi syarat, mendorong ekosistem yang dinamis untuk inovasi.
Riset yang memanfaatkan prosesor Loihi 2 telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi, kecepatan, dan adaptabilitas untuk beban kerja edge skala kecil. Contohnya termasuk Ericsson Research yang mengoptimalkan model AI telekomunikasi, proyek yang membantu pasien anak dengan AI neuromorfik, dan riset yang meniru indra penciuman menggunakan chip komputer. Intel juga berkolaborasi dengan institusi seperti Sandia National Laboratories dan National University of Singapore untuk mengeksplorasi potensi komputasi neuromorfik untuk berbagai aplikasi, termasuk robotika dan masalah komputasi skala besar.
Sorotan
Melakukan co-design perangkat keras yang dioptimalkan dengan perangkat lunak AI generasi berikutnya.
Mengambil wawasan neurosains untuk pengembangan AI.
Bertujuan untuk menciptakan AI yang lebih berkelanjutan dan hemat energi.
Menyediakan alat bagi pengembang untuk memajukan riset neuromorfik.
Menampilkan Hala Point, sistem neuromorfik 1,15 miliar neuron.
Menawarkan Loihi 2, prosesor neuromorfik generasi kedua.
Mencakup Lava, kerangka kerja perangkat lunak open-source untuk aplikasi yang terinspirasi neuro.
Papan Kapoho Point memungkinkan penskalaan model AI dan masalah optimasi.
Mendukung Intel Neuromorphic Research Community (INRC) untuk kolaborasi global.
Berfokus pada komputasi berbasis peristiwa yang jarang.
Menerapkan prinsip-prinsip komputasi yang terinspirasi otak seperti jaringan saraf lonjakan (SNN).
Menunjukkan peningkatan efisiensi dan kecepatan untuk beban kerja edge.
Memungkinkan pengembangan AI untuk penginderaan, robotika, dan perawatan kesehatan.
Gunakan untuk
- AI Berkelanjutan
- AI Adaptif
- Robotika
- Perawatan Kesehatan
- Edge Computing
- AI Telekomunikasi
- Aplikasi Penginderaan
- Masalah Optimasi





